Jadi Titik Lemah, Sri Mulyani Sebut Bendahara di Institusi Negara Sering Lalai Setor Pajak

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut banyak bendaharawan negara yang belum memahami transaksi keuangan khususnya dalam penarikan perpajakan. Meski demikian, dia tidak memungkiri adanya faktor kesengajaan yang membuat mereka tidak menyetorkan pajaknya tersebut.

Padahal menurut Sri Mulyani, peranan bendaharawan sangat penting dalam mengumpulkan pajak baik dari pusat yang ada di Kementerian hingga di daerah. Selain itu, dia mengatakan pajak juga sama pentingnya bagi negara, karena belanja barang dan modal Indonesia belum cukup untuk penerimaan negara.

“Salah satu yang diindikasikan sebagai titik lemah kita untuk mengumpulkan pajak dari kegiatan APBN dan APBD adalah peranan bendaharawan,” ungkapnya di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Menurutnya, ketidakpahaman dan ketidakpatuhan bendaharawan ini lah yang perlu diawasi oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP). Pasalnya, ada bendaharawan yang belum memahami aturan-aturan bahkan, tidak memahami transaksi keuangan.

“Di mana mereka juga memiliki kewajiban untuk melakukan pemotongan pajaknya. Kita juga melihat kalau mereka tahu aturan, juga masalah kepatuhan, ada yang tahu tapi tidak patuh dan kepatuhan atau ketidakpatuhan Ini membutuhkan peranan APIP,” kata dia.

Menurutnya jika kemampuan mengumpulkan pajak meningkat, maka uang yang diterima akan kembali lagi dimanfaatkan dan memberi manfaat kepada masyarakat. Oleh karena itu, dia meminta para bendahara negara bisa membangun sistem ini, sehingga ke depan tidak ada laporan bahwa ada yang tidak jujur dalam bekerja.

“Bagaimana kita bisa mengumpulkan (pajak), kalau aparat pajak lebih sibuk mengawasi dan mengumpulkan pajak dari APBN dan APBD bukannya mencari ekstensifikasi di luar,” tukas dia.

sumber : economy.okezone.com

Leave a Comment

Your email address will not be published.